Dua mahasiswi Program Studi Teknologi Metalurgi Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Angkatan 2023 yaitu Hansa Aliifatuzzalfa dan Hassna Habibah sedang melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di CNGR Advanced Material (中伟新材料股份有限公司), salah satu perusahaan material energi terkemuka di dunia. Keduanya ditempatkan di anak perusahaan CNGR yang beroperasi di Indonesia, yaitu PT Zhongtsing New Energy (中青新能源) yang dikenal sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang telah mengembangkan dan mengoperasikan teknologi OESBF (Oxygen-Enriched Side-Blowing Furnace) secara langsung dalam proses pengolahan material baterai.
Program prakerin ini memberikan kesempatan berharga bagi Hansa dan Hassna untuk mempelajari proses industri berteknologi tinggi, mulai dari tahap penerimaan bahan baku, pengolahan melalui unit-unit produksi, hingga observasi langsung pada proses peleburan modern berbasis teknologi OESBF. Teknologi ini merupakan inovasi mutakhir yang menawarkan efisiensi energi tinggi, stabilitas proses yang lebih baik serta emisi lebih rendah dibandingkan metode peleburan konvensional. Pengalaman ini tidak hanya relevan dengan dunia metalurgi, tetapi juga sangat dibutuhkan dalam perkembangan industri energi baru (新能源产业) yang semakin pesat.
Selama pelaksanaan prakerin, kedua mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas teknis seperti analisis parameter operasional, pemahaman alur produksi, observasi proses peleburan serta penerapan keselamatan kerja di lingkungan industri berat. Mereka juga mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan engineer dan teknisi di lapangan untuk memperdalam pemahaman mengenai teknologi dan standar internasional yang diterapkan oleh perusahaan berskala global tersebut. Hal ini memberikan wawasan penting mengenai bagaimana ilmu metalurgi diaplikasikan secara nyata dalam industri material canggih.
Pihak PT Zhongtsing New Energy juga menyambut baik kehadiran mahasiswa Teknologi Metalurgi PEP Bandung dan berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan bagi para peserta untuk memahami lebih dalam dinamika industri material berteknologi tinggi. Dengan pengalaman langsung mengamati operasi teknologi OESBF yang jarang dimiliki perusahaan lain, Hansa dan Hassna memperoleh nilai tambah signifikan yang memperkuat kesiapan mereka untuk berkarier di bidang metalurgi maupun industri energi baru.
Melalui kolaborasi ini, PEP Bandung menegaskan komitmennya dalam mendukung pembelajaran berbasis industri dan memperkuat hubungan dengan sektor teknologi global. Kampus berharap kegiatan prakerin semacam ini dapat terus memberikan kompetensi praktis yang relevan, sehingga mahasiswa mampu mengikuti perkembangan teknologi material yang semakin maju dan berperan aktif dalam industri masa depan. (A)



