Bundesanstalt für Geowissenschaften und Rohstoffe (BGR) Jerman dan Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung memulai langkah awal kerjasama strategis dalam bidang reklamasi tambang. Pelaksanaan pertemuan perdana digelar secara tatap muka di ruang Tembaga PEP Bandung, Jl. Jend. Sudirman No. 623, Kota Bandung, pada hari Selasa 11 November 2025. Acara yang dihadiri langsung oleh Dr. Andreas Möller dari BGR sebagai perwakilan pihak Jerman dan Dr.forest. Tedi Yunanto, S.Hut., M.Si. Wakil Direktur III Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan, dan Alumni, menandai komitmen nyata kedua lembaga untuk mengakselerasi pemulihan lahan pasca-tambang di Indonesia, khususnya bekas tambang timah, batubara dan nikel.
Pengalaman Tedi Yunanto dalam kegiatan reklamasi tambang di komoditas batubara dan nikel menjadi aset berharga dalam diskusi. Sebagai dosen di PEP Bandung dalam bidang lingkungan, Tedi Yunanto saat ini sedang terlibat dalam proyek reklamasi lahan bekas tambang komoditas nikel. Proyek tersebut berkaitan dengan permasalahan tanah bekas tambang terkait sifat fisik dan kimia tanah. Metode yang dilakukan adalah penggunaan bahan organik serta penggunaan hormon pertumbuhan. Selain penggunaan kompos yang sudah jadi, pada proyek ini juga digunakan sisa-sisa makanan dan pengolahan aneka sayuran, olahan daging serta ikan sebagai sumber bahan organik. Pendekatan ini tidak hanya memenuhi regulasi pertambangan berkelanjutan, tetapi juga menghasilkan peningkatan kesuburan tanah.
Saat ini BGR Jerman memiliki dana untuk kegiatan reklamasi tambang di komoditas batubara. Sebelumnya, BGR juga sudah melaksanakan kegiatan reklamasi tambang komoditas timah di Kepulauan Bangka Belitung. Hasil dari kegiatan reklamasi tambang di timah tersebut menjadi panduan atau prosedur untuk kegiatan reklamasi area bekas tambang timah yang dapat digunakan oleh para stakeholder terkait. Berkenaan dengan sumber dana baru untuk pelaksanaan reklamasi bekas tambang batubara, BGR Jerman menjajaki potensi kerjasama dengan PEP Bandung untuk pelaksanaan kegiatan reklamasi tersebut. Terlaksananya kerjasama ini dimasa depan diharapkan dapat meningkatkan popularitas PEP Bandung baik skala nasional maupun internasional.



