Bandung. Jumat, 07 November 2025.
Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung menyelenggarakan Forum
Konsultasi Publik (FKP) yang membahas program beasiswa bagi mahasiswa PEP
Bandung dan PEM Akamigas. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk
menyampaikan aspirasi, masukan, serta evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai
jenis beasiswa yang telah dan akan dijalankan di lingkungan kampus. Melalui
forum ini, pihak kampus berupaya meningkatkan transparansi, efektivitas, dan
pemerataan kesempatan bagi seluruh mahasiswa penerima manfaat beasiswa.
Kegiatan dibuka dengan sambutan
oleh Wakil Direktur II PEP Bandung, Dr. Asep Mohammad Ishaq Shiddiq,
yang menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat berperan aktif dalam
memberikan masukan untuk penyempurnaan pelaksanaan program beasiswa. Beliau
juga menekankan pentingnya memanfaatkan beasiswa secara tepat sasaran, baik
untuk mahasiswa berprestasi maupun bagi mereka yang membutuhkan bantuan
finansial. Selain itu, beliau mengingatkan agar beasiswa digunakan sesuai
ketentuan dan tidak disalahgunakan, karena program ini dirancang untuk
mendukung peningkatan kualitas dan motivasi belajar mahasiswa.
Agenda pertama diisi dengan
pemaparan dari Ketua SPMI, yang menjelaskan dasar hukum pelaksanaan FKP
berdasarkan Surat Edaran MenpanRB No. 19 Tahun 2022. Dalam paparannya,
dibahas pula tujuan, manfaat, ruang lingkup, serta tahapan pelaksanaan forum
ini. Materi juga mencakup hasil survei kepuasan penerima beasiswa, kendala
teknis yang ditemukan di lapangan, serta saran perbaikan dari mahasiswa,
seperti kejelasan waktu pelaksanaan, keterbukaan informasi, serta perluasan
kuota penerima beasiswa.
Pada sesi diskusi, berbagai
pertanyaan dan masukan disampaikan oleh mahasiswa. Salah satunya mengenai
penambahan kuota beasiswa Pilmapres, kendala administrasi DTKS, dan kejelasan
jadwal pencairan beasiswa dari pihak perusahaan mitra. Wakil Direktur II menanggapi
dengan penjelasan bahwa pihak kampus akan berupaya menyampaikan aspirasi
tersebut kepada pihak terkait, serta membuka ruang agar pelaksanaan beasiswa
lebih fleksibel dan tepat sasaran. Selain itu, dibahas pula usulan kegiatan
pembekalan bagi penerima beasiswa agar manfaatnya tidak hanya bersifat
finansial, melainkan juga pengembangan kompetensi.
Dalam sesi penutup, berbagai
saran konstruktif juga muncul dari dosen dan mahasiswa, seperti pentingnya
sosialisasi pedoman beasiswa yang lebih merata, ketelitian mahasiswa dalam
pengumpulan berkas, serta gagasan pembentukan grup mentoring bagi penerima beasiswa
agar tercipta keberlanjutan manfaat bagi sesama mahasiswa. Melalui forum ini,
PEP Bandung menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki tata kelola beasiswa
secara partisipatif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas
sumber daya manusia di bidang energi dan pertambangan.



