Mahasiswa Program Studi Teknologi Pertambangan melaksanakan Praktikum Lapangan Geoteknik Tambang, Ventilasi Tambang, dan Metode Tambang Bawah Tanah di Goa Jonggol dan Goa Kalilingseng, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 6–10 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan teori pertambangan bawah tanah secara langsung di lapangan. Praktikum tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan para dosen Program Studi Teknologi Pertambangan, yaitu Rochsyid Anggara, S.T., M.T., Infantri Putra, S.T., M.B.A., Surya Prima Sudibyo, S.T., M.T., Dian Eka Aryanti, S.T., M.T., Aida M Rafrin, S.T., M.T. dan PLP Hendra Winata, S.T.
Selama lima hari pelaksanaan, mahasiswa mengikuti serangkaian kegiatan praktikum dan analisis data yang terbagi dalam tiga fokus utama, yaitu Geoteknik Tambang, Ventilasi Tambang, dan Metode Tambang Bawah Tanah. Pada praktikum Geoteknik Tambang, mahasiswa melakukan analisis kondisi massa batuan menggunakan metode scanline untuk mengukur kekar, Schmidt Hammer untuk menentukan kekuatan batuan, serta menghitung Rock Mass Rating (RMR) guna mengetahui kualitas massa batuan pada terowongan. Pengukuran dan analisis tersebut bertujuan untuk memahami karakteristik batuan serta potensi risiko kegagalan struktur pada tambang bawah tanah.
Pada praktikum Ventilasi Tambang, mahasiswa mempelajari sistem sirkulasi udara yang merupakan aspek vital dalam menjamin keselamatan kerja di lingkungan tambang bawah tanah. Kegiatan meliputi pengukuran kebutuhan volume udara, penggunaan anemometer untuk mengukur kecepatan aliran udara, gas detector untuk mendeteksi kandungan gas berbahaya, serta sling psychrometer untuk mengukur temperatur dan kelembaban udara di dalam terowongan.
Sementara itu, pada praktikum Metode Tambang Bawah Tanah, mahasiswa melakukan klasifikasi massa batuan melalui metode scanline dan pembobotan RMR untuk menentukan kekuatan batuan serta jenis sistem penyangga yang tepat. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pengukuran dimensi terowongan dan pemetaan detail guna mendokumentasikan kondisi aktual di lapangan.
Melalui kegiatan praktikum lapangan ini, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi teknis dan analitis, serta memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan di dunia industri pertambangan, khususnya pada bidang pertambangan bawah tanah.



