Pada hari ini 3 Oktober 2025, Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung menggelar kegiatan rutin Bimbingan Mental, Fisik, dan Disiplin (Bintalsikdis) dengan topik “Literasi Membaca – Kunci Sukses di Industri Energi dan Pertambangan” bersama Dosen Teknologi Pertambangan Zulfikar Aji Kusworo, S.T., M.Eng.,
Dalam sesi ini, mahasiswa diingatkan bahwa kemampuan membaca tidak sekadar mengeja atau memahami teks, tetapi juga mencakup keterampilan menginterpretasi dan mengevaluasi informasi. Hal ini dinilai sangat penting, mengingat dunia energi dan pertambangan menuntut ketepatan tinggi dalam memahami data teknis, laporan geologi, hingga prosedur keselamatan kerja.
“Kesalahan kecil dalam membaca instruksi atau data dapat berakibat fatal di lapangan. Literasi membaca bukan hanya kebutuhan akademik, melainkan keterampilan profesional vital. Selain itu, Mahasiswa juga dikenalkan dengan tiga level kompetensi literasi membaca: memahami, menginterpretasi, dan mengevaluasi. Untuk itu perlu dibahas pula tantangan yang kerap dihadapi, mulai dari budaya instan, banjir informasi digital, kendala bahasa asing hingga kurangnya disiplin membaca.
Tak hanya itu saja, Zulfikar juga berpesan agar mahasiswa untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital, khususnya dalam memilih aplikasi dan konten yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Cara mengatasi hal tersebut, PEP Bandung mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan koleksi buku di perpustakaan sebagai sumber bahan ajar tambahan dan referensi pendukung perkuliahan serta membangun kebiasaan membaca rutin, mencatat poin penting, berdiskusi hingga melatih keterampilan membaca. Langkah-langkah ini diyakini dapat meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja, terutama dalam aspek keselamatan, pengambilan keputusan dan pemahaman aspek hukum di industri pertambangan.
Sebagai penutup, Zulfikar mendorong mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan berbahasa Inggris sebagai bekal penting di dunia akademik dan profesional. Perwakilan dari masing-masing program studi pun diminta tampil memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris sebagai bentuk praktik langsung. Terakhir, mahasiswa diharapkan menjadikan membaca sebagai jalan menuju masa depan. “Membaca bukan hanya membuka lembaran buku, tetapi membuka ribuan jalan menuju masa depan,” demikian pesan inspiratif yang disampaikan dalam kegiatan ini.



