WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Sehat Fisik Tak Cukup Tanpa Mental yang Kuat

24 September 2025

Bandung - Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung menggelar kegiatan menggelar kegiatan Bimbingan Mental, Fisik, dan Disiplin (BIMTALSIKDIS) yang mengangkat tema penting seputar kesehatan mental. Kegiatan ini dipimpin oleh Zulfikar Aji Kusworo, S.T., M.Eng., Dosen Teknologi Pertambangan, dan bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik, terutama dalam menghadapi tantangan akademik maupun dunia kerja pertambangan yang penuh tekanan.

Dalam sesi yang berlangsung, mahasiswa diajak menyadari kebiasaan sehari-hari yang kerap memengaruhi kondisi fisik dan mental, seperti olahraga, begadang, serta pola tidur. Zulfikar menekankan bahwa fisik yang prima tidak akan bermanfaat jika tidak diimbangi dengan mental yang sehat. 

Peserta juga diberikan ilustrasi mengenai mahasiswa yang secara fisik terlihat sehat—misalnya kuat berlari jauh atau rajin ke gym—namun karena mentalnya rapuh, mereka mudah sekali stres, sulit berkonsentrasi, dan akhirnya cepat menyerah menghadapi tantangan. Analogi yang digunakan pun sangat dekat dengan dunia pertambangan: mental yang rapuh diibaratkan seperti helm tambang yang retak—masih bisa dipakai, tetapi berbahaya jika terjadi benturan.

Selain mengenali tanda-tanda gangguan mental seperti sulit tidur, mudah marah, atau hilang motivasi, ada beberapa strategi untuk menjaga mental tetap kuat:

• Terapkan manajemen waktu yang baik dan kurangi kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. 

• Bangun jejaring sosial yang positif; pilihlah teman-teman yang mendukung, bukan yang meremehkan atau membawa pengaruh negatif.

• Tetap jaga rutinitas olahraga dan pastikan tidur yang cukup, karena fisik yang sehat akan sangat membantu mental menjadi lebih tenang.

• Jangan ragu untuk bicara. Curhat kepada teman yang dipercaya, dosen wali, atau konselor profesional bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah berani untuk mencari solusi.

• Perkuat sisi spiritual dan praktikkan mindfulness. Kegiatan seperti berdoa, berdzikir, meditasi, atau bahkan sekadar latihan pernapasan sederhana bisa memberikan ketenangan.

Berikutnya pada kegiatan ini beberapa mahasiswa diajak untuk menyampaikan kesan dan pesannya selama beradaptasi di PEP Bandung. Dari segi pendidikan para mahasiswa sudah puas hanya saja merasa kelelahan karena jam tidur mereka berkurang dari biasanya. Dari segi sosial, para mahasiswa menyampaikan bahwa mereka cukup senang dapat bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai daerah.

Kegiatan ini ditutup dengan ajakan agar mahasiswa PEP Bandung menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental sebagai bekal menghadapi dunia pertambangan. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan mahasiswa PEP Bandung mampu menjadi generasi yang tangguh, sehat jasmani, dan kuat secara mental, sehingga siap menghadapi kerasnya tantangan dunia kerja pertambangan.