Menjadi asisten laboratorium selama dua semester di Laboratorium Metalurgi PEP Bandung merupakan sebuah pengalaman yang spesifik bagi Mochamad Rizky Prasetya, mahasiswa semester 5 Program Studi Teknologi Metalurgi PEP Bandung. Pengalaman ini memberikan dasar pengetahuan kegiatan laboratorium, sehingga dapat menunjang pelaksanaan praktik kerja industri (PRAKERIN) yang saat ini dijalani di Divisi Mineral, PT Geoservices, Cikarang.
Divisi Mineral, PT Geoservices merupakan laboratorium yang telah tersertifikasi sesuai standar internasional, yaitu ISO 9001:2015 (Quality Management System), ISO 14001:2015 (Environmental Management System), ISO 45001:2018 (Health and Safety Management System), dan ISO 17025:2017 (General Requirements for Competence of Testing). Praktik kerja industri di Laboratorium Metalurgi, salah satu subdivisi pada Divisi Mineral, telah ditempuh selama satu bulan, Mochamad Rizky Prasetya memperoleh pembelajaran mengenai pengetahuan alur bisnis, pengenalan prinsip operasi peralatan preparasi, uji kominusi, konsentrasi hingga pelindian.
Selain itu, Mochamad Rizky Prasetya juga berkontribusi secara langsung dalam berbagai kegiatan pengujian sampel milik klien. Keterlibatan tersebut meliputi proses preparasi sampel pada tahap crushing, grinding, splitting, pengayakan, Diagnostic Leach Test, pengambilan sampel kinetika untuk pengujian pelindian seperti Agitation Leach Test, Carbon in Leach, Intermittent Bottle Roll Test, serta uji flotasi batubara. Kontribusi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teknis, tetapi juga memperkuat keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Menurut Mochamad Rizky Prasetya, “Melaksanakan praktik kerja industri di PT Geoservices merupakan kesempatan yang tepat bagi mahasiswa yang memiliki minat dalam penelitian laboratorium, khususnya di bidang metalurgi. Bekal keterampilan serta pengalaman yang diperoleh selama praktikum di kampus, terlebih dengan latar belakang sebagai asisten laboratorium metalurgi, menjadi modal penting untuk dapat mengembangkan kemampuan secara lebih mendalam di dunia industri”.



