Tahun ajaran baru telah dimulai, dan ratusan mahasiswa baru memadati kampus Politeknik Energi Pertambangan Bandung. Di tengah suasana orientasi yang penuh antusiasme pada hari ini 10 September 2025, seorang dosen memberikan arahan penting yang menarik perhatian mahasiswa. Arahan ini tidak hanya berfokus pada kurikulum, tetapi juga pada esensi sejati dari menuntut ilmu.
Dalam pidatonya yang singkat namun padat makna, Ir. Suparno, M.Si. seorang dosen senior Program Studi Teknologi Pertambangan menyampaikan sebuat pepatah kuno yang berbunyi “Tuntutlah ilmu sejak dari ayunan hingga ke liang lahat”. Pepatah ini bermakna sangat dalam, bahwa proses menuntut ilmu bukan hanya ketika seorang mahasiswa berada di kampus ataupun seorang siswa di sekolah. Dari ayunan seorang ibu, anak sudah dibekali dengan ilmu. Seperti ayunan Jawa “tak lelo lelo ledung” di mana makna ini diresapi tanpa perlu diucapkan secara gamblang. Seorang ibu mengajari anaknya tentang kesabaran, tentang menghargai proses, tentang kebaikan yang sederhana namun bermakna.
Perjalanan mencari ilmu juga tak sampai situ, ketika seorang anak masuk ke sekolah, setiap Langkah yang ia lalui adalah proses pencarian ilmu. Sebuah ilmu tidak hanya kita dapatkan dari seorang guru atau pengajar. Dalam setiap fase kehidupan dan setiap orang dan kejadian yang kita alami adalah sebuah guru untuk kehidupan. Disampaikan oleh Ir. Suparno, M.Si. bahwa sejatinya seorang manusia tidak akan berhenti mencari ilmu hingga ia masuk ke liang lahat.
Pidato singkat dari Ir. Suparno, M.Si. disimak dengan baik oleh seluruh mahasiswa yang selama 3 tahun ke depan akan mengemban ilmu di Politeknik Energi Pertambangan Bandung. Mereka berantusias untuk mendengar arahan, menyampaikan pendapat, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari.
Semoga dengan arahan dan sesi tukar pikiran dengan Ir. Suparno, M.Si. akan menjadi bekal Bagi mahasiswa Politeknik Energi Pertambangan Bandung untuk menjadi sosok mahasiswa yang tidak pernah berhenti belajar pada setiap kesempatan yang ada.



