Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) PEP Bandung
melakukan kunjungan benchmark ke Unit Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat (UP2M) Politeknik Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Tekstil Bandung
pada Rabu (20/8/2025). Kunjungan ini dalam rangka studi banding terkait
pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) di lingkungan
Politeknik STT Tekstil Bandung, mulai dari sosialisasi hingga pelaporan
kegiatan.
Kunjungan hari ini dihadiri oleh Kepala UPPM Oksil Venriza dan tim, serta Dadan Wildan Wakil Direktur 1 Bidang
Akademik PEP Bandung. Kedatangan Kami disambut hangat oleh Pembantu Direktur 1,
Kaprodi Teknik Tekstil, Kaprodi Produksi Garmen, Kaprodi Kimia Teknik, Mantan
Kepala UP2M, dan tim UP2M Politeknik STT Tekstil Bandung.
Kampus yang berlokasi di Jalan Jakarta No. 31 Bandung ini memiliki
kesamaan dengan PEP Bandung, yaitu Perguruan Tinggi di bawah Kementerian/Lembaga.
Satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia dibawah Kementerian Perindustrian yang
bergerak di bidang tekstil dengan Akreditasi Unggul (sumber: PDDikti),
Politeknik STT Tekstil Bandung menaungi penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat dengan target masyarakat industri sebagai objeknya. Kesesuaian
penelitian dan Pengmas dengan arah pembangunan industri menjadi nilai tambah
bagi Politeknik STT Tekstil Bandung pada penilaian oleh Kemendiksaintek (semula
Kemendikbud).
Disampaikan oleh Pembantu Direktur 1 Politeknik STT Tekstil Bandung Gunawan,
penekanan pedoman pelaksanaan penelitian dan Pengmas ke arah akreditasi
institusi menjadi cara jitu bagi UP2M Politeknik STT Tekstil Bandung dalam
mencapai tujuan, baik UP2M sendiri
maupun tujuan institusi. “dengan penekanan ke arah akreditasi, maka kita dapat
menyamakan standar dan batasan minimum pelaksanaan penelitian dan Pengmas”. Pada
Politeknik STT Tekstil Bandung, penelitian dan Pengmas memiliki dua jenis
pendanaan, yaitu DIPA dan biaya mandiri maupun hibah perusahaan. Keterlibatan
industri juga dapat memotivasi dosen dalam melaksanakan penelitian. Selain kerjasama/kemitraan,
industri juga dilibatkan sebagai audience dalam paparan pelaporan
kegiatan yang dilaksanakan di akhir tahun, hal ini juga dapat dijadikan sebagai
bentuk promosi dosen dalam mempromosikan penelitiannya.
Memiliki kunci konsistensi dalam melakukan publikasi jurnal setiap
tahun dan memiliki jurnal terindeks SINTA 4, merupakan hal yang sangat
menginspirasi yang dapat dicontoh dari Politeknik STT Tekstil Bandung. Dalam pedoman
pelaksanaan kegiatan UP2M, selalu mengkombinasikan Rencana Induk Pengembangan (RIP)
dengan jurnal representasi sains dan teknologi terbaru agar tetap up to
date.



