Acara ini dihadiri oleh
perwakilan dari kedua belah pihak. Dari Kementerian ESDM, hadir Kepala Pusat Pengembangan
SDM Aparatur, Direktur PEP Bandung, Wakil Direktur PEP Bandung, para
Koordinator, dan Subkoordinator di lingkungan BPSDM ESDM. Sementara itu, dari
CNGR Indonesia, hadir Chen Wangxiang (General
Manager CNGR Indonesia), Magdalena Veronika (Director of
Public Relations CNGR Indonesia), Zhao Fang (Head of Manager
Indonesia Region) serta pejabat terkait lainnya.
CNGR dikenal sebagai perusahaan
terkemuka di dunia dalam industri material energi baru. Mereka menjadikan
inovasi teknologi sebagai prioritas utama dan berfokus pada material pembuatan
baterai kendaraan listrik. Dengan strategi tersebut, CNGR telah berhasil
membangun dan mengembangkan 11 basis industri besar secara global untuk
mengintegrasikan sumber daya dan melayani pelanggan di seluruh dunia. Bukti
kepemimpinan pasar mereka terlihat dari produk prekursor ternary dan
bahan kobalt oksida yang telah menduduki peringkat pertama dalam ekspor global
selama lima tahun berturut-turut.
Kerja sama ini memiliki beberapa
tujuan utama, termasuk meningkatkan kompetensi mahasiswa PEP Bandung dan
pegawai Kementerian ESDM, mencetak dan menyiapkan SDM unggul, mewujudkan
sinergi akademis dan industri, serta mendukung transisi energi di Indonesia.
Secara spesifik, PKS ini berfokus pada subsektor hilirisasi mineral.
Dalam
sambutannya mewakili Kepala Badan Pengembangan SDM ESDM, Kepala PPSDM Aparatur,
Bambang Utoro menyampaikan bahwa PKS yang ditandatangani oleh PEP Bandung dan
PPSDM Aparatur dengan CNGR Indonesia merupakan wujud nyata dari komitmen
kolaborasi yang telah terjalin sejak penandatanganan Nota Kesepahaman pada
Oktober 2024. Ia menekankan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan
kompetensi mahasiswa dan pegawai, mencetak SDM unggul, serta mewujudkan sinergi
akademis dan industri dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Lebih
lanjut, Bambang Utoro juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025 ini, program akan
diikuti oleh enam mahasiswa PEP Bandung dan tiga ASN Kementerian ESDM, dan
berharap program ini dapat berjalan dengan baik serta berkelanjutan di
tahun-tahun mendatang.
Dari CNGR
Indonesia, Chen Wangxiang menyampaikan sambutan yang menunjukkan sambutan
hangat terhadap program magang ini. Melalui kerja sama dengan PEP Bandung dan
dukungan BPSDM ESDM, CNGR Indonesia meyakini bahwa mahasiswa yang mengikuti
program magang di site Morowali akan memperoleh pengalaman langsung
mengenai budaya kerja, tanggung jawab profesional, serta nilai-nilai
keselamatan dan keberlanjutan yang diprioritaskan oleh CNGR Indonesia.
Dalam sesi wawancara terpisah, Magdalena
Veronika, Director of Public Relations CNGR Indonesia,
mengatakan kerja sama ini berawal dari kunjungan Menteri ESDM ke fasilitas
terintegrasi perusahaan di Tiongkok. "Dari situ, lahirlah satu kesepakatan
untuk dapat bersama-sama membangun capacity building terhadap sumber
daya manusia, terutama di bidang transisi energi dan juga Sumber Daya
Mineral," ujar Magdalena Veronika. Ia menambahkan, program ini merupakan
kelanjutan dari program Beasiswa Material Maju yang telah diberikan kepada 13
ASN KESDM pada Oktober tahun lalu, dan kini dikembangkan melalui program magang
dan pengembangan vokasi di PEP Bandung.
Terakhir, Magdalena Veronika
mengungkapkan output yang diharapkan dari kerja sama ini. "Kami
berharap dapat mendidik lebih banyak generasi-generasi muda Indonesia yang
mempunyai ilmu dan juga skill yang relevan dalam memenuhi kebutuhan dari
industri material maju untuk hilirisasi Indonesia dan juga untuk ketahanan
energi di Indonesia," tutupnya.



