Rabu, 23 Juli 2025,
Program Studi Teknologi Metalurgi angkatan 2023 Politeknik Energi dan
Pertambangan Bandung melaksanakan kunjungan industri ke PT Antam UBPP Logam
Mulia, Pulogadung, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan
mata kuliah Hidrometalurgi dan Elektrometalurgi, sekaligus menjadi kunjungan
industri terakhir sebelum para mahasiswa melaksanakan kegiatan magang industri.
Sebanyak 34 orang
mahasiswa turut serta dalam kegiatan ini, didampingi oleh beberapa dosen
pendamping. Acara diawali dengan sambutan hangat oleh Irwandi Kurniawan
selaku perwakilan Manajemen PT Antam UBPP Logam Mulia, kemudian dilanjutkan
oleh sambutan perwakilan dari PEPB, yaitu Rudiyansah selaku Ketua Program
Studi. Sebelum memasuki area operasional, mahasiswa menerima sesi safety induction
dari tim HSE (Health, Safety, and Environment) perusahaan, sebagai
bentuk edukasi dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan industri. Kegiatan
dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan Metallurgy Engineering.
Beliau menjelaskan mengenai profil perusahaan, alur proses produksi (flow
process), serta denah area fasilitas PT Antam UBPP Logam Mulia.
Agenda utama dari
kunjungan ini adalah melihat secara langsung proses pemurnian logam mulia yang
dilakukan oleh PT Antam UBPP Logam Mulia. Diketahui bahwa fasilitas ini
memproses dore bullion dari berbagai perusahaan tambang untuk
menghasilkan emas dan perak murni dalam bentuk batangan dan perhiasan. Proses
produksi emas memakan waktu sekitar 1-2 hari sedangkan untuk perak sekitar 2-3
hari.
Peserta kunjungan
dibagi menjadi dua kelompok dan diarahkan menuju area proses dengan prosedur
keamanan yang ketat. Mahasiswa tidak diperkenankan membawa barang logam dan
hanya diizinkan mengunjungi area-area tertentu. Rombongan menyaksikan secara
langsung proses electrowinning dan electrorefining perak hingga
menjadi granule siap distribusi. Meskipun proses pemurnian emas tidak
ditampilkan karena alasan keamanan, mahasiswa tetap mendapatkan penjelasan
lengkap mengenai alur dan teknologi yang digunakan.
Secara garis besar,
proses pemurnian di PT Antam dimulai dari distribusi dore bullion
berdasarkan kandungan logam mulianya. Jika kandungan emas lebih dari 30%, maka
proses pemurnian emas dilakukan terlebih dahulu, disusul perak. Sebaliknya,
jika kadar emas di bawah 30%, maka perak akan diproses lebih dahulu. Emas
diproses melalui peleburan dengan gas klorin, electrorefining, lalu
pencetakan menjadi granule, batangan, atau perhiasan. Untuk perak,
dilakukan electrorefining jika kadar tinggi, atau electrowinning
jika kadar lebih rendah setelah tahap parting untuk memisahkan emas
tersisa.



