Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) PEP Bandung menggelar review proposal penelitian yang diajukan oleh dosen – dosen PEP Bandung untuk pendanaan tahun 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai atau mereview setiap proposal yang diajukan oleh dosen, serta merupakan langkah meningkatkan kualitas dari kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen PEP Bandung. Acara ini dilaksanakan melalui media zoom pada hari Selasa, 11 Januari 2022 dan dihadiri oleh seluruh ketua dan anggota tim peneliti dan para civitas akademika PEP Bandung.
Ketua UPPM, Ir. Sabtanto Joko Suprapto, M.T dalam sambutannya mengatakan, dosen dan mahasiswa merupakan sumber daya manusia yang memiliki potensi luar biasa bagi perguruan tinggi. Penelitian yang nantinya akan mengahasilkan karya ilmiah/paten/HKI maupun produk merupakan sebuah legacy dari seorang dosen dan mahasiswa, kata beliau kegiatan ini juga akan meningkatkan akreditasi perguruan tinggi.
“Kontribusi dosen dan mahasiswa kepada bidang penelitian atau riset akan memberikan poin tersendiri yang pada akhirnya akan meningkatkan akreditasi program studi maupun akreditasi ditingkat institusi” kata Dr. Asep Rohman, M.T selaku direktur PEP Bandung
Dalam acara review yang dilakukan tim UPPM dan seluruh civitas akademika melakukan penilaian terhadap semua proposal yang masuk. Secara total ada 9 proposal yang direview terdiri dari 2 proposal dari Prodi Pertambangan, 4 proposal dari Prodi Metalurgi dan 3 proposal dari Prodi Geologi. Dalam kegiatan ini tim reviewer melakukan penilaian dengan berbagai indikator penilaian antara lain urgensitas topik penelitian, ketersediaan anggaran, keterlibatan mahasiswa dan jejak riwayat ketua tim peneliti serta indikator lainnya.
Ketua UPPM PEP Bandung pada penutupan acara berharap, kegiatan ini bisa meningkatkan kualitas kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen PEP Bandung, selain itu bisa meningkatkan sinergi antara dosen dan dengan mahasiswa yang merupakan syarat utama untuk melibatkan mahasiswa dalam setiap kegiatan penelitian. Keterlibatan mahasiswa ini menurut beliau juga merupakan tools untuk mengajarkan mahasiswa untuk dapat berpikir secara ilmiah.



