Pada tanggal 17 Mei 2024 Ir. Gratha Aditya Putra, S.Si Advisor Rekayasa Proses PT Indonesia Asahan Aluminium memberikan Kuliah Umum di Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung Program Studi (Prodi) Teknologi Metalurgi pada mata kuliah Elektrometalurgi. Kuliah Umum berlangsung di Kelas 3.10 Gedung Diklat PPSDM Geominerba dihadiri oleh mahasiswa dan dosen Teknologi Metalurgi. Kuliah Umum dibuka oleh Dosen Elektrometalurgi Bouman Situmorang serta ditutup secara resmi oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Imelda Hutabarat didampingi Sekretaris Prodi Teknologi Metalurgi Cipta Panghegar sekaligus pemberian sertifikat dan cenderamata.
Materi kuliah dimulai dari keunggulan Aluminium dibandingkan dengan logam lainnya yaitu ringan, kemampuan dibentuk, durabilitas, konduktivitas, tahan korosi dan dapat didaur ulang kembali. Selanjutnya yang spesial adalah sumber energi listrik untuk menjalankan plant elektrolisis alumina menjadi alumunium yang membutuhkan energi sangat besar yaitu hampir mencapai 14 MWh per 1 kg aluminium yang dihasilkan. Energi yang dihasilkan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air yang berasal dari Danau Toba yang dialirkan melalui sungai Asahan melalui regulator dam di Siruar yang berjarak 14,5 km dari Danau Toba. Selanjutnya dialirkan ke Sigura- gura Dam untuk dialirkan ke Sigura-gura Power Station. Selain itu juga terdapat Tangga Dam yang berlokasi 4,9 km dari Sigura-gura Dam untuk membangkitkan listrik di Tangga Power Station.
Proses elektrolisis Aluminium membutuhkan sekitar 2 ton Alumina yang berasal dari 4 ton bijih bauksit dan 0,5 ton Batubara untuk menghasilkan 1 ton Aluminium. Proses elektrolisis selain membutuhkan energi yang sangat besar untuk arus hingga 200 kA dan tegangan DC 14 MWh serta temperatur operasi pada 960 derajat Celsius.
Produk akhir berupa ingot diantaranya yang tertinggi kadar Aluminium pada grade class S-1 A ingot Aluminium dengan kadar Al minimal 99, 92%. Selain itu juga diproduksi seri 6063, 6061 dan 6005.



