Hari Minggu tidak selalu untuk liburan. Pada hari Minggu 28 Mei 2023 mahasiswa Teknologi Geologi angkatan 2021, PEP Bandung, melaksanakan praktik lapangan geokimia eksplorasi di Sungai Ciwidey yang melintas di Desa Sadu, tepatnya di hulu dari Bendung Cibeureum, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Rombongan berangkat dari kampus Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung pada pukul 07.00 WIB dan tiba di lokasi pukul 08.30 WIB.
Praktik lapangan kali ini dibimbing oleh Pak Sabtanto dan Pak Benny selaku dosen pengampu mata kuliah Geokimia Eksplorasi dan Geologi Eksplorasi, serta kakak tingkat Kak Gita dan Kak Gladys sebagai pendamping dosen, dengan mahasiswa berjumlah 31 orang, dibagi menjadi enam kelompok.
Dalam kegiatan praktik lapangan ini mahasiswa Teknologi Geologi mempraktikan tahapan dalam pengambilan sampel geokimia, di antaranya Stream Sediment, Pan Concentrate, BLEG, dan Rock Sampling.
Alat yang digunakan pada praktik ini yaitu, ayakan mesh 10 dan mesh 80, dulang, baskom sebagai penampung sampel, palu geologi, lup, dan kantong sampel. Setiap kelompok dilengkapi peralatan tersebut.
Kegiatan dimulai dari pengambilan sampel stream sediment, tiap kelompok melakukan pengayakan menggunakan mesh 80, dan baskom sebagai wadah penampung sampel yang lolos. Sampel yang diperoleh yaitu sampel yang lolos dari mesh 80. Pengambilan sampel dilakukan berulang ulang sampai diperoleh kurang lebih 250 gram, selanjutnya disimpan di dalam kantong sampel yang sudah diberi nomor.
Selanjutnya pengambilan sampel BLEG (Bulk Leach Extractable Gold). Sampel yang diambil merupakan sampel yang lolos dari mesh 10. Dilakukan pengambilan berulang sampai diperoleh sampel kurang lebih 2 kg.
Pengambilan sampel pan concentrate, dilakukan menggunakan dulang, sampel diambil dari endapan sungai yang berada zona dengan arus yang kuat. Pendulangan dilakukan untuk mendapatkan sampel mineral berat. Umumnya mineral berat yang ditemukan berupa magnetit. Jumlah sampel pan concentrate sekira satu sendok makan.
Pengambilan sampel terakhir yaitu batuan. Batuan di sini berupa hanyutan yang terbawa aliran sungai. Dipilih sampel yang mengindikasikan adanya alterasi. Penyusun batuan hanyutan umumnya berwarna abu-abu, sedangkan yang mengindikasikan adanya alterasi umumnya berwarna cerah.
Penulis: Nabilah Zaidah
Mahasiswa Teknologi Geologi Angkatan 2021



