Peneliti Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung (PEPB) yang dipimpin Imelda Eva Roturena Hutabarat didampingi Sabtanto Joko Suprapto dan Priatna melakukan penelitian di Pulau Bangka 1-4 November 2022. Penelitian yang merupakan kelanjutan dari tahun 2021 ini bekerja sama dengan PT Timah mengambil tema penelitian Ekstraksi logam berharga dari proses timah dengan kajian lebih dalam pada proses pengolahan tungsten (wolfram).
Sebelum melakukan pengambilan sampel batuan di Toboali Bangka Selatan, Tim PEPB menyampaikan paparan hasil penelitian tahun 2021 dengan titik tekan pada kebaruan dari penelitian tentang wolfram. Dalam paparannya Imelda Hutabarat menyampaikan: Teknologi proses ekstraksi tungsten sudah ada lama, namun penerapan teknologi proses ini belum ada di Indonesia. Saat ini harga logam-logam ikutan timah meningkat terus karena kebutuhan advance industry yang membutuhkan logam-logam seperti wolfram karena titik leleh yang sangat tinggi sehingga banyak diperlukan untuk aplikasi penggunan temperatur tinggi atau kondisi lingkungan ekstrim seperti pada kegiatan di angkasa luar.
Diskusi tentang Wolfram semakin menarik ketika Slamet Sugiharto selaku Kepala Divisi Eksplorasi PT Timah menanggapi dengan dan menyambut baik rencana penelitian ini. Sabtanto Joko Suprapto menambahkan bahwa meskipun penambangan timah telah dimulai sejak abad 17, namun untuk menjamin ketersediaannya eksplorasi tak pernah berhenti dilakukan. Selain itu dengan teknologi material yang berkembang pesat menyebabkan mineral-mineral tertentu menjadi kritis ketersediaannya, diantaranya yakni wolfram. Oleh sebab itu eksplorasi dan penelitian harus dilakukan, termasuk penelitian tentang wolfram sebagai mineral ikutan timah.
Dukungan PT Timah terhadap penelitian ini sangat serius dengan memberikan fasilitas transportasi serta menyiapkan empat geologis muda untuk menemani survei di lapangan. Tim PEPB kerap diskusi di lapangan dengan Andika Artyanto sebagai koordinator Tim Timah juga dengan Wahyu Vian Pratama, Anton, Murtono, Agung Kurniadi, dan Erwin Fakhrudin (pengawas tambang). Selama survei di lapangan Tim juga melihat cara pengolahan timah melalui pencucian bijih timah secara berat jenis sehingga terjadi pemisahan dengan mineral ikutan serta pengotor lainnya.
Selain melakukan pemaparan di PT Timah dan survei ke lapangan, tim PEPB juga mengunjungi Museum Timah yang memiliki koleksi yang lengkap tentang perjalanan timah. Selain Museum Timah Tim PEPB juga mengunjungi para pengrajin Timah, di sini tim bisa melihat bagaimana Timah itu dibentuk menjadi berbagai kerajinan yang bisa dijadikan suvenir khas Bangka.



