WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Mahasiswa Teknologi Geologi PEP Bandung Angkatan 2026 Terapkan Pembelajaran Geologi Dasar melalui Kuliah Lapangan di Sanghyang Heuleut, Bandung Barat

02 November 2026

Sebanyak 79 mahasiswa Program Studi Teknologi Geologi Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung Angkatan 2026 melaksanakan kegiatan Kuliah Lapangan Mata Kuliah Praktikum Geologi Dasar di kawasan Sanghyang Heuleut, Bandung Barat pada tanggal 29 Oktober 2026.

Kegiatan ini dibimbing oleh dosen pengampu Praktikum Geologi Dasar, yaitu Ir. Dadan Wildan, S.T., M.Si. dan Dr. Ir. Achmad Djumarma Wirakusumah, Dipl.Seis. Pelaksanaan kegiatan turut didampingi oleh Ir. Akhmad Zaennudin, M.Sc. dan Dwinanto Herlambang, S.T. yang berperan sebagai fasilitator. Seluruh tim pendamping terlibat dalam memberikan arahan dan bimbingan kepada mahasiswa selama kegiatan pengamatan di lapangan.

Dalam pelaksanaan kuliah lapangan, mahasiswa dibekali berbagai peralatan geologi, antara lain kompas geologi, palu geologi, meteran, loupe (hand lens), larutan asam klorida (HCl) dan kantong sampel batuan. Selain itu, mahasiswa juga menggunakan perlengkapan pencatatan lapangan berupa spidol, buku catatan lapangan, pulpen dan pensil untuk mendokumentasikan hasil pengamatan serta kamera dari ponsel untuk memotret singkapan-singkapan yang baik.

Kegiatan Kuliah Lapangan Geologi Dasar ini bertujuan memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas melalui pengamatan langsung terhadap fenomena geologi di alam terbuka. Fokus kegiatan diarahkan pada pencarian dan pengamatan singkapan batuan yang masih berada pada posisi aslinya (in situ). Melalui pengamatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai jenis litologi batuan yang dijumpai di lapangan, di antaranya batugamping, batupasir, breksi polimik dan lanau.

Mahasiswa kemudian melakukan pendeskripsian batuan secara sistematis, meliputi pengamatan warna, struktur, tekstur, komposisi, matriks, komponen penyusun hingga penentuan nama batuan. Penggunaan loupe (hand lens) membantu mahasiswa mengamati karakteristik fisik dan komponen penyusun batuan secara lebih detail secara megaskopis.

Selain deskripsi batuan, mahasiswa juga mempraktikkan penggunaan kompas geologi untuk melakukan pengukuran arah jurus dan kemiringan lapisan batuan. Pengukuran meliputi azimuth, strike dan dip pada singkapan perlapisan yang tersusun atas perselingan antara batupasir halus, lanau dan batulempung. Mahasiswa juga melakukan identifikasi struktur geologi berupa joint (kekar) yang dijumpai pada singkapan batugamping maupun perselingan batupasir dan batulempung.

Untuk melengkapi data pengamatan, mahasiswa melakukan pengukuran dimensi singkapan menggunakan meteran, identifikasi batas kontak antar lapisan batuan serta pengambilan sampel batuan (sampling) menggunakan palu geologi. Selain itu, mahasiswa melakukan penentuan dan pemetaan posisi singkapan (location plotting) pada peta kerja sebagai bagian dari proses pengumpulan data geologi lapangan. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami karakteristik batuan, mengenali struktur geologi, serta menguasai teknik dasar pengamatan dan pengukuran geologi di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa Teknologi Geologi PEP Bandung dalam mengikuti mata kuliah dan praktikum geologi lanjutan. (ER)