WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Mahasiswa Metalurgi PEP Bandung Kupas Teknologi Korosi dan Galvanising Langsung dari Praktisi Industri

21 Oktober 2026

Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung telah menyelenggarakan kuliah umum bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Metalurgi sebagai bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Korosi dan Pengendalian Logam. Kegiatan ini menghadirkan dua praktisi industri yaitu dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan PT JFE Steel Galvanizing Indonesia untuk berbagi pengetahuan mengenai penerapan teknologi korosi dan pengendaliannya pada industri pupuk serta teknologi galvanising pada produk baja.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan penerapannya di dunia industri, khususnya dalam memahami mekanisme korosi, pemilihan material, metode proteksi serta upaya menjaga keandalan dan memperpanjang umur pakai peralatan.

Pada sesi pertama, Azmi Putra Gasade, S.T. dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang menyampaikan materi bertajuk “Teknologi Korosi dan Pengendaliannya pada Industri Pupuk”. Materi ini membahas mekanisme dan jenis-jenis korosi, permasalahan korosi pada fasilitas industri pupuk serta berbagai metode pengendaliannya melalui pemilihan material, penerapan coating, penggunaan inhibitor, proteksi katodik dan inspeksi berkala.

Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai tantangan korosi pada berbagai peralatan industri, seperti pipa proses, bejana tekan dan heat exchanger. Salah satu perhatian penting adalah Corrosion Under Insulation (CUI), yaitu korosi yang terjadi pada permukaan logam di bawah lapisan insulasi akibat kondisi yang mendukung terbentuknya korosi.

Selain itu, Azmi juga memperkenalkan pendekatan Risk-Based Inspection (RBI), yaitu metode penentuan prioritas inspeksi berdasarkan tingkat risiko peralatan. Melalui pengumpulan data, identifikasi potensi kerusakan dan pemetaan risiko menggunakan risk matrix, industri dapat menentukan strategi inspeksi dan pemeliharaan secara lebih terarah. Pendekatan ini penting untuk mendukung keselamatan kerja, menjaga keandalan fasilitas dan mengoptimalkan biaya pemeliharaan.

Pada sesi kedua, Muhammad Bhakti Santosa, S.T. dari PT JFE Steel Galvanizing Indonesia menyampaikan materi terkait “Teknologi Galvanising pada Produk Baja”. Pembahasan berfokus pada proses Hot-Dip Galvanizing, yaitu pelapisan baja menggunakan seng cair untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Mahasiswa diperkenalkan dengan tahapan proses mulai dari persiapan permukaan, degreasing, pickling, fluxing, pencelupan ke dalam seng cair hingga pendinginan dan pemeriksaan kualitas lapisan.

Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa lapisan seng tidak hanya berfungsi sebagai penghalang terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan perlindungan katodik ketika permukaan baja mengalami kerusakan lokal pada lapisannya. Kualitas hasil galvanising dipengaruhi oleh sejumlah parameter, seperti ketebalan, daya lekat, keseragaman dan kondisi permukaan lapisan.

Melalui kedua materi tersebut, mahasiswa memperoleh perspektif mengenai pentingnya pemilihan material dan penerapan teknologi proteksi yang sesuai dengan kondisi operasional industri. Pengetahuan ini menjadi bekal dalam memahami berbagai tantangan di bidang metalurgi, mulai dari pengendalian degradasi material hingga peningkatan kualitas dan ketahanan produk baja.

Kegiatan kuliah umum ini menjadi sarana untuk menghubungkan pembelajaran di kelas dengan praktik industri. Dengan memperoleh wawasan langsung dari praktisi, mahasiswa diharapkan semakin memahami peran ilmu metalurgi dalam mendukung keandalan peralatan, efisiensi pemeliharaan, keselamatan kerja dan keberlanjutan operasional industri. (A)