Hari ini Jumat, 8 Mei 2026 Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung terus memperluas jejaring kerja sama global guna meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di sektor energi. Terbaru, perusahaan penyedia layanan material energi terintegrasi asal Tiongkok CNGR, menyatakan ketertarikannya untuk terlibat aktif dalam pengembangan infrastruktur dan kurikulum di lingkungan kampus PEP Bandung.
Dalam pertemuan penjajakan tersebut, CNGR menyampaikan kesiapannya untuk memfasilitasi pengembangan fasilitas pendidikan khususnya terkait pengadaan peralatan laboratorium. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak strategis bagi lulusan PEP Bandung agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri global.
CNGR berencana mendukung pembangunan 30 laboratorium yang saat ini tengah dipersiapkan oleh PEP Bandung. Laboratorium tersebut nantinya akan diperuntukkan bagi tiga program studi yang menjadi fokus utama kolaborasi. Salah satu yang menjadi prioritas utama adalah pembangunan Laboratorium Analisa yang dinilai sebagai kebutuhan bagi penguatan praktik mahasiswa.
Selain dukungan fisik, kolaborasi ini juga menyasar pada penguatan sumber daya manusia. Wacana pelibatan tenaga ahli maupun pengajar dari Tiongkok turut mencuat untuk mengisi mata kuliah spesifik sehingga mahasiswa mendapatkan paparan langsung dari praktisi internasional.
Sebagai institusi pendidikan yang mengedepankan program link and match dengan industri, PEP Bandung menyambut positif inisiatif ini. Direncanakan, CNGR tidak hanya berperan sebagai mitra infrastruktur, tetapi juga dapat menjadi cabang Research and Development (R&D) bagi PEP Bandung.
"Harapannya, sinergi ini dapat memberikan dampak nyata bagi serapan lulusan kami di industri. Kami juga memproyeksikan pengembangan laboratorium energi baru terbarukan (EBT) sebagai proyeksi jangka panjang kerja sama ini," ungkap Imelda Direktur PEP Bandung.
Melalui proposal kerja sama ini, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan ekosistem pendidikan pertambangan dan energi yang lebih modern, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja ahli di masa depan. (LB)



