Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung mengikuti kegiatan benchmarking ke Pusat Preservasi dan Alih Media Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 20–21 April 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan (FPP) KESDM ini menjadi wadah penguatan kapasitas pustakawan dan pengelola perpustakaan di lingkungan Kementerian ESDM, khususnya dalam pengelolaan preservasi koleksi dan alih media perpustakaan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Pusat Preservasi dan Alih Media Perpustakaan Nasional RI yang menyampaikan pentingnya preservasi sebagai upaya menjaga keberlanjutan informasi dan pelestarian koleksi, baik dalam bentuk fisik maupun digital, di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin dinamis.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ibu Dina selaku Koordinator FPP KESDM. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi serta penguatan kolaborasi antar pengelola perpustakaan di lingkungan KESDM dalam mengadopsi praktik-praktik terbaik pengelolaan preservasi dan alih media. Pada sesi inti, peserta memperoleh paparan materi mengenai tips dan trik preservasi serta alih media perpustakaan yang disampaikan oleh Ibu Ellis. Materi yang diberikan mencakup strategi perawatan koleksi, teknik digitalisasi, hingga praktik pengelolaan alih media yang efektif sebagai upaya menjaga aksesibilitas dan keberlanjutan sumber informasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan tour fasilitas Pusat Preservasi dan Alih Media Perpustakaan Nasional RI, di mana peserta berkesempatan melihat secara langsung sarana, alur kerja, serta teknologi yang digunakan dalam proses preservasi dan digitalisasi koleksi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan simulasi dan praktik, yang memberikan pengalaman langsung bagi peserta dalam menerapkan materi yang telah diperoleh. Melalui kegiatan ini, pustakawan PEP Bandung memperoleh penguatan kompetensi teknis di bidang preservasi koleksi, alih media, dan digitalisasi bahan pustaka, termasuk pemahaman praktik baik yang dapat diadaptasi dalam pengelolaan perpustakaan di lingkungan PEP Bandung. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan mendukung optimalisasi layanan perpustakaan, khususnya dalam preservasi koleksi dan pengembangan akses informasi yang lebih berkelanjutan. (MK)



