Pada hari Selasa, 8 Juli 2025 Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung melaksanakan Kerja Sama dengan Asosiasi SMK Sulawesi Selatan yang di Fasilitasi oleh Tenaga Ahli Menteri (TAM) ESDM RI Irwanuddin H.I. Kulla. Wakil Direktur 3 bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Tedi Yunanto mengucapkan Selamat Datang kepada TAM ESDM RI Irwanuddin dan Asosiasi SMK Sulawesi Selatan Rahmat Ahmad.
Tedi menjelaskan, saat ini PEP Bandung belum memiliki Gedung Tetap. Ke depannya PEP sudah bisa memiliki Gedung sendiri yang akan mulai di Bangun pada Tahun 2026. Rencana Bangunannya akan di bangun 7 lantai. Irwanuddin dari TAM ESDM sangat antusias dengan hadirnya PEP Bandung. Selanjutnya Imelda Eva Hutabarat Direktur PEP Bandung mengenalkan dan menjelaskan tentang Tahapan Pembangunan Industri Jangka Panjang dalam RPJPN 2025-2045.
Pada Investasi Pendidikan saat ini, Pemerintah telah meningkatkan GDP 26,31 T dan untuk Pekerja 18,98 T (Bappenas, Arah Kebijakan Hilirisasi, 2025). Dari 352 ribu Tenaga Kerja, SMK haya terserap 35 ribu. Sejak berdiri dari Tahun 2019, PEP sudah meluluskan 243 lulusan (serapan 97-99%/tahun). Lanjut Imelda menjelaskan tentang Bisnis Proses PEP Bandung yang memiliki 3 Program Studi antara lain Prodi Teknologi Geologi, Prodi Teknologi Pertambangan dan Prodi Teknologi Metalurgi.
Imelda menyampaikan, sebelum Lulus seluruh Mahasiswa akan diberikan Sertifikat Kompetensi diantaranya Sertifikat wajib K3 Pertambangan dan Sertifikat Pilihan sesuai Prodi yang diambil yakni Pengawas Operasional Pertama, Juru Ukur Tambang, Operator Penyaliran, Teknisi Pengolahan, Teknisi Peleburan, Teknisi Pelindian, Teknisi Elektrolisis dan Reklamasi Tambang.
Rahmat dari Sekretaris Asosiasi SMK Sulawesi Selatan sangat ingin lulusan SMK bisa terserap di banyak lapangan kerja saat ini. Selain itu, Rahmat juga ingin membantu siswa siswi SMK yang memiliki kemampuan dan keahlian baik bisa segera mendapat pekerjaan yang layak. Harapannya, Rahmat bisa segera membangun Kerja Sama antara Asosiasi SMK Sulawesi Selatan dengan PEP Bandung.
Irwanuddin dari TAM ESDM berharap, adanya PEP Bandung dapat di sinkronisasikan dengan industri mineral yang akan dimulai pada Tahun 2027. Irwanuddin juga menambahkan PEP harus segera menyiapkan Program Studi K3 dan Nuklir, karena sudah berada di bawah Kementerian ESDM dan jangan sampai didahulukan oleh pihak luar. Saran lainnya, PEP harus menambahkan banyak kerja sama dengan Perusahaan untuk mendapatkan Akreditasi Unggul yang diharapkan Direktur PEP Bandung Imelda.
Terakhir Irwanuddin dan Rahmat mengunjungi beberapa Laboratorium yang ada di PEP Bandung.
Febriyanto Pratama



