Seminar Nasional “The 1st Indonesia Minerals Mining Industry Conference-Expo 2022” telah dilaksanakan di The Trans Luxury Hotel Bandung Jalan Gatot Subroto No. 289, Bandung, Jawa Barat pada 29-30 November 2022, yang dihadiri oleh pemangku kepentingan dibidang terkait (Kementrian ESDM, Kementrian/Lembaga, Direktur perusahaan terkait, perwakilan perguruan tinggi/asosiasi, pemerhati/professional pertambangan dan Perhimpunan Mahasiswa Pertambangan).
Kegiatan dimulai pukul 08.30 dengan tema ada banyak cara untuk mencintai Indonesia. Dalam seminar nasional ini acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara namun beliau tidak bisa hadir dan harus diwakilkan. Selanjutnya opening speech secara online oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, beliau menyampaikan bahwa kriteria mineral kritis dan strategis harus disesuaikan untuk tata kelola industri dari hulu ke hilir. Untuk melakukan itu semua perlu dilakukan kolaborasi antar pemangku kepentingan terkait untuk solusi mengembangkan industri nasional.
Memasuki acara inti yaitu pembahasan “Tata Kelola Mineral Kritis dan Strategis untuk Mendukung Industri Nasional” Diawali oleh Bapak Eddy Soeparno Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang menyampaikan tentang “Strategi Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Pengelolaan Industri Pertambangan yang Berkelanjutan” beliau menyampaikan terkait tugas dan wewenang DPR, penguatan kebijakan industri pertambangan nasional, tentang mineral kritis dan strategis, produksi dan cadangan LTJ dunia, sebaran LTJ Indonesia, strategi pengawasan tata kelola mineral kritis dan strategis (nikel, timah, tembaga-emas, dan bauksit-aluminium) dan pengembangan LTJ dari batubara.
Selanjutnya acara dipandu oleh moderator yaitu Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara kemudian pemaparan oleh M. Idris F. Sihite, Plh. Dirjen Minerba KESDM RI tentang Kebijakan dan Tata Kelola Pertambangan Mineral yang berkelanjutan (Peluang dan Tantangan), M. Wafid, Plt. Kepala Badan Geologi tentang Potensi dan Ketahanan Cadangan Mineral Kritis dan Strategis (5 komoditas Nikel, Timah, Tembaga-Emas, dan Bauksit-Aluminium), Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves tentang Harmonisasi Kebijakan Industri Hulu-Hilir Pertambangan Mineral di Indonesia, Taufiek Bawazier, Dirjen Ilmate Kemenperin tentang Kebijakan dan Strategi Tata Kelola Pengembangan Industri Berbasis Mineral Kritis dan Strategis: Nikel, Timah, Tembaga-Emas, dan Bauksit-Aluminium, Prof. Syoni Soepriyanto, ITB tentang Potensi, Pemanfaatan, dan Tata Kelola Mineral Kritis dan Strategis di Dalam dan Luar Negeri (Peluang dan Tantangan) dan Eddy Soeparno, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI tentang Strategi Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Pengelolaan Industri Pertambangan yang Berkelanjutan.
Oleh : Aisha Permatasari - Teknologi Geologi 21



