Ketua Tim:
Adang Saputra
Deskripsi:
Melihat kondisi tersebut tersebut, Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung mengadakan sosialisasi bencana geologi dengan tema "SOSIALISASI BENCANA GEOLOGI KAWASAN BEKAS TAMBANG ANDESIT BATU TEMPLEK DAN SEKITARNYA, CISANGGARUNG, DESA CIKADUT, KECAMATAN CIMENYAN, KAB. BANDUNG, JAWA BARAT". Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana Geologi, khususnya bencana Gerakan Tanah/Longsoran, Gempa Bumi, dan Banjir. Kegiatan sosialisasi di adakan di ruangan serbaguna pada sebuah Café yang berada dekat dengan Kawasan tambang Andesit Batu Templek tersebut dihadiri oleh para pejabat dari desa yang dihadiri oleh Kepala Desanya Ibu Listati, S.IP, tokoh Masyarakat, para penambang dan Masyarakat yang berada disekitar Kawasan Batu Templek dan sekitarnya.
Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, khususnya di Kawasan Bekas Tambang Andesit Batu Templek, Cisanggarung Desa Cikadut memang dikenal dengan pemandangan alamnya yang indah dan sangat menarik. Namun, di balik pesona tersebut, tersimpan potensi ancaman bencana geologi yang serius, khususnya di kawasan bekas tambang andesit Batu Templek dan sekitarnya di daerah Cisanggarung, Desa Cikadut. Area yang dulunya ramai dengan aktivitas penambangan batu Andesit kini menyimpan risiko bencana geologi yang perlu banget diwaspadai masyarakat sekitar.
Capaian:
Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dengan tema "SOSIALISASI BENCANA GEOLOGI KAWASAN BEKAS TAMBANG BATU TEMPLEK CISANGGARUNG DAN SEKITARNYA, DESA CIKADUT, KECAMATAN CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT" telah mencapai beberapa capaian penting, antara lain:
- Peningkatan Pemahaman Masyarakat: Capaian utama adalah meningkatnya pemahaman masyarakat Desa Cikadut, khususnya mereka yang tinggal di sekitar kawasan bekas tambang batu templek Cisanggarung, mengenai potensi bencana geologi. Ini meliputi pemahaman tentang jenis-jenis bencana (misalnya, longsor, gerakan tanah), penyebabnya (terkait aktivitas bekas tambang), dan tanda-tanda awal terjadinya bencana.
- Peningkatan Kesadaran dan Kewaspadaan: Masyarakat menjadi lebih sadar akan risiko yang mengintai di lingkungan mereka dan lebih waspada terhadap perubahan kondisi alam yang dapat mengindikasikan bahaya.
- Pengetahuan tentang Mitigasi dan Kesiapsiagaan: Warga memperoleh pengetahuan praktis tentang langkah-langkah mitigasi yang bisa dilakukan secara mandiri atau bersama-sama, seperti penanaman vegetasi yang tepat, pengelolaan drainase, dan identifikasi area aman. Mereka juga dibekali pengetahuan mengenai prosedur evakuasi dan jalur penyelamatan jika terjadi bencana.
- Meningkatkan Partisipasi Aktif Masyarakat: Sosialisasi ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah mereka. Ini bisa terlihat dari inisiatif untuk membentuk kelompok siaga bencana atau melakukan pemantauan mandiri terhadap kondisi lingkungan.
- Pemetaan Area Rawan Bencana (jika dilakukan): Jika dalam kegiatan PkM ini juga dilakukan pemetaan sederhana atau identifikasi visual, maka capaiannya adalah adanya pemetaan awal area-area yang paling rentan terhadap bencana di sekitar bekas tambang, yang bisa menjadi dasar untuk tindakan lebih lanjut.
- Tersedianya Media Informasi/Edukasi: Capaian lainnya adalah tersedianya media informasi atau edukasi, seperti pamflet, poster, atau bahkan modul sederhana, yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat untuk referensi dan penyebaran informasi kepada warga lain yang belum sempat mengikuti sosialisasi.
- Terjalinnya Kolaborasi (jika ada): Apabila ada kolaborasi dengan perangkat desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, atau pihak lain, maka capaiannya adalah terjalinnya sinergi antarpihak dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Testimoni Masyarakat:



