Rapat Koordinasi Sistem Informasi Pasar Kerja Tahun 2024

08 Juli 2024 by Admin PEP Bandung

Jakarta. Senin, 08 Juli 2024. Tim Kemahasiswaan PEP Bandung mengikuti Rapat Koordinasi Sistem Informasi Pasar Kerja Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI. Rapat ini bertajuk “Mewujudkan Sistem Informasi Pasar Kerja Kelas Dunia Menuju Indonesia Emas 2045. Rapat  yang diselenggarakan di Hotel Pullman Jakarta ini dibuka oleh Wakil Menaker RI - Afriansyah Noor.

 

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh 500 peserta dari kementerian dan lembaga lain serta dari perwakilan pemerintah daerah. Tujuan Rakor ini adalah untuk meningkatkan koordinssi dan sinergi antara kemenaker dg instansi, MengIdentifikssi permasalahan dan mngenali masalah terkait ketenagakerjaan. Serta mecari solusi untuk setiap masalah tenaga kerja di Indonesia. Selain itu pada rapat ini juga dilaksanakan launching Permenaker no 5 tahun 2024 tentang Sistem Informasi Pasar Kerja.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh enam narasumber dari kementerian dan lembaga lain. Yang pertama. Nunung Nuryanto dari Deputi I Kemenko PMK. Beliau menjelaskan tentang regulasi yang mendorong pasar kerja. Perpres No. 57 Th. 2023 tentang Wajib lapor lowongan pekerjaan adalah salah satu pondasi SIPK 2024 ini. Narasumber yang kedua Maliki dari Kependudukan dan Ketenagakerjaan membahas tentang penciptaan lapangan kerja masih banyak yg informal.  Lowongan kerja banyak defiasi dari yang diharapkan dan pekerjaan yg ditawarkan belum menggambarkan konpetensi tenaga kerja ke depan beliau juga menekankan bahwa vokasi dan informasi pasar kerja menjadi agenda prioritas saat ini. Narasumber yang ketiga Uuf Brajwidagda dari Kemendikbud menjelaskan tentang integrasi data pokok pendidikan dengan SIPK ini. Beliau juga menjelaskan penyelenggaraan pendidikan disesuaikan dengan pasar kerja.

 

Sesi diskusi masih berlanjut ke narasumber yang ke empat yaitu Martini Pahang dari Bidang SDM Kemenparekraf. Beliau menjelaskan tentang sasaran pengembangan SDM yaitu pelaku parekraf dan masyarakat. Narasumber yang ke lima Conrita Ermanto -Otorira IKN Pemberdayaan Masyarakat menjelaskan tentang mapping kebutuhan pasar kerja dalam kaitannya pembangunan IKN. Beliau juga menjelaskan bahwa IKN butuh tenaga kerja yang tersertifikasi. Narasumber yang terakhir yaitu M. Yusuf dari Pusat Pasar Kerja menjelaskan Permenaker No. 5 Th 2024 tentang Sistem Informasi Pasar Kerja. Selain itu beliau juga menekankan bahwa ruang fiskal Kemenaker relatif terbatas untuk mengembangkan karirhub dan SIPK scs keseluruhan sehingga dibutuhkan Listraf (Labor Market Infomation).

 

Berkaitan dengan paparan materi narasumber tersebut PEP Bandung selaku pelaku pendidikan di Bidang Vokasi memberikan sumbang sih berupa lulusan vokasi yang siap kerja di bidang pertambangan. Hal ini penting bagi keberlangsungan ekosistem pasar kerja yang baik di Indonesia karena PEP Bandung melahirkan lulusan yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri pertambangan di Indonesia. 

Whatsapp