Peningkatan Kerjasama Industri BPSDM ESDM Melakukan Kunjungan Kerja Ke PT Indonesia Asahan Aluminium

25 Juni 2024 by Admin PEP Bandung

Pada tanggal 23-25 Juni 2024  Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) melakukan kunjungan kerja ke PT Indonesia Asahan Aluminium (PT Inalum) Asahan Sumatera Utara dalam rangka perluasan dan penjajakan kerjasama di bidang pendidikan, pelatihan, sertifikasi teknis, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ketua Delegasi dipimpin oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) Dwi Anggoro Ismukurnianto. Anggota tim delegasi diikuti perwakilan BPSDM ESDM Sub. Koordinator Kerjasama Milan Nainggolan, Tim Strategis Aditya, dan Tim Kerjasama Yudha Dwika Putra dan Pius Erdwin Gilang. Dari PPSDM Geominerba hadir Koordinator Program Evaluasi dan Kerjasama Ade Hidayat, Koordinator Penyelenggaraan dan Pengelolaan Sarana Prasarana Pengembangan SDM Yudi Pratama, Koordinator Perencanaan Standardisasi dan Sertifikasi Pengembangan SDM Mas Agung Wiweko serta Sekretaris Kepala Pusat Tely Handayani. Sedangkan dari Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung hadir Wakil Direktur I Imelda Hutabarat dan Sekretaris Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Fahny Ardian.  Dari PT Inalum hadir  Direktur Pengembangan Usaha Melati Sarnita,  Kepala Grup Rekayasa Firman Asyad, Deputy Manager of Coorporate Secretary Mahyarudin Ende, Ka. Seksi Pelatihan SDM Boyke Frederic, Ka. Seksi Welfare Erwin Setiadi, Ka. Seksi Sistem SDM Hendry Mardiansyah dan Advisor Rekayasa Proses Gratha Adhitya Putra.
 
Pertemuan diawali dengan paparan dari PT Inalum yang diwakili Firman Asyad yang menyampaikan produk-produk PT Inalum berupa Aluminium Ingot, Billet, Alloy, kapasitas produksi rata-rata 250.000 ton per tahun dengan target tahun 2024 sebanyak 274.140 ton per tahun. Target Inalum tahun 2024 merupakan target tertinggi dari sebelum-sebelumnya dan akan meningkat di tahun-tahun mendatang. Selanjutnya yang spesial adalah sumber energi listrik untuk menjalankan plant elektrolisis alumina menjadi alumunium yang membutuhkan energi sangat besar yaitu hampir mencapai 14 MWh per 1 kg aluminium yang dihasilkan. Energi yang dihasilkan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air yang berasal dari Danau Toba yang dialirkan melalui sungai Asahan melalui regulator dam di Siruar yang berjarak 14,5 km dari Danau Toba. Proses elektrolisis Aluminium membutuhkan sekitar 2 ton Alumina yang berasal dari 4 ton bijih bauksit dan 0,5 ton Batubara untuk menghasilkan 1 ton Aluminium. Proses elektrolisis selain membutuhkan energi yang sangat besar untuk arus hingga 200 kA dan tegangan DC 14 MWh serta temperatur operasi pada 960 derajat Celsius. Produk akhir berupa ingot diantaranya yang tertinggi kadar Aluminium pada grade class S-1 A ingot Aluminium dengan kadar Al minimal 99, 92%. Selain itu juga diproduksi seri 6063, 6061 dan 6005.

Selanjutnya dilanjutkan dengan paparan dari PPSDM Geominerba, BPSDM ESDM dan PEP Bandung yang dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin langsung oleh Melati Sarnita. Diskusi secara fokus membahas kebutuhan SDM yang kompeten dimulai dari  tingkat operator karena peningkatan produksi sekaligus menggantikan pekerja yang pensiun. Penjajakan perkuliahan hybrid sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan kompetensi pegawai eksisting tanpa harus menghambat jenjang karir. Selain itu dalam pengembangan masyarakat saat ini, fokus pada pengembangan pendidikan masyarakat sudah dimulai dengan menjalin kerjasama dengan SMK terpilih di sekitar kawasan PT Inalum. PT. Inalum saat ini juga berupaya meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) guna menunjang proses produksi salah satunya penggunaan gas alam. Pertemuan dilanjutkan dengan makan siang dan kunjungan langsung ke area elektrolisis aluminium.

Whatsapp