Kuliah Umum Metalurgi Oleh Asisten Deputi Investasi Strategis Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi

27 Maret 2024 by Admin PEP Bandung

Pada tanggal 27 Maret 2024 berlangsung Kuliah Umum dengan tema “Economic, Social, and Governance di Industri Smelter” bertempat di Convention Hall Pusat Pengembangan Manusia Geologi Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Jalan Jend. Sudirman no 623 Bandung. Kuliah Umum ini diisi langsung oleh Asisten Deputi Investasi Strategis Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Bimo Wijayanto, Ph.D. 

Kuliah Umum dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembukaaan oleh Direktur Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung Dr. Asep Rohman, ST., MT. Peserta Kuliah Umum diikuti oleh Dosen Program Studi (Prodi) Teknologi Metalurgi dan Pertambangan, Mahasiswa Teknologi Metalurgi Semester II, IV dan VI. Moderator Kuliah Umum dipimpin oleh Dr. mont. Imelda Hutabarat, ST., MT. 

Beberapa point penting pada paparan Narasumber antara lain: Bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang merupakan anugrah Tuhan Yang Maha Kuasa perlu untuk menjaga keberlanjutan dari kekayaan alam ini. Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia ini membuat Indonesia tangguh dan bertahan dari badai Covid-19. Saat ini merupakan monen yang tepat untuk melakukan industrialisasi dalam program hilirisasi mineral dan batubara. Life Cycle Asssesment juga perlu dilakukan untuk mengolah logam bukan hanya dari bijih tetapi juga dari daur ulang logam (Metal Recycle). Kendaraan listrik merupakan masa depan, karena itu logam untuk kendaraan listrik yaitu Nikel, Cobalt dan Lithium menjadi strategis. Saat ini teknologi peleburan menghasilkan intermediate produk Nikel seperti Feronikel, Mikel Matte, Nickel Pig Iron tidak diberikan insentif lagi tetapi bergeser ke Teknologi Hidrometalurgi antara lain High Pressure Acid Leaching (HPAL), Heap Leach (HL) dan Step Temperature Acid Leaching (STAL). Terkait kecelakaan kerja yang baru-baru ini terjadi di Industri Smelter terjadi karena adanya pelanggaran Standard Operating Procedure (SOP) dan pelanggaran terhadap tahapan-tahapan proses. Hal ini menjadi perhatian penting karena kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang masih belum terpenuhi. Karena itu perlu sekali koordinasi terkait peningkatan SDM yang terdidik dan terampil serta tersertifikasi di industri peleburan dan industri ekstraktif metalurgi lainnya. Tantangan global saat ini adalah penerapan Economic, Social, and Governance (ESG) yang menjadi kunci investasi berkelanjutan di pasar global. ESG adalah standar yang mengacu pada 3 kriteria utama untuk mengukur “sustainability”. ESG seringkali digunakan dalam oleh perusahaan untuk melaporkan dampak kegiatan bisnisnya. (Sumber: idx.co.id). Saat ini pengawasan mineral dan batubara dilakukan secara terintegrasi melalui Sistem Informasi Mineral dan Batubara antara Kementerian dan Lembaga (SIMBARA). Aplikasi SIMBARA merupakan aplikasi pengawasan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan tata niaga Mineral dan Batubara (Minerba). Aplikasi ini juga merupakan rangkaian proses tata kelola Minerba dari hulu ke hilir, termasuk juga pemenuhan kewajiban pembayaran dan proses clearance di pelabuhan. Hal ini akan mencegah hilangnya mineral dan batubara ke luar negeri tanpa memenuhi kewajiban kepada negara. 

Whatsapp