Pertanyaan? 0822 1999 5001

Event

Online

WEBINAR BEDAH BUKU "PESONA BUMI DIENG"

Sebuah dataran tinggi di mana degup jantung Jawa menggelora, hiduplah beragam pesona yang menyemarakkan pelataran istana bersemayamnya para dewa. Tak hanya mampu memenuhi lumbung rasa makhluk-makhluk yang berkehidupan di sekitarnya, terpenuhi pulalah karsa bagi setiap mereka yang baik peruntungannya. Ramai orang datang dan pergi untuk mendapatkan keberkahan sesaat dalam bentuk apa saja, namun tak sedikit pula yang bertahan tinggal demi menikmati kesemua itu selamanya. Meski demikian, bumi tak pernah sedikit pun menyimpan rahasia kelam yang dimiliki Dataran Tinggi Dieng. Benih-benih petaka yang tak kunjung henti bertumbuh di dalam perutnya kerap dikabarkan melalui alun kepul asap putih yang lolos melalui rekahan. Catatan-catatan sejarahnya tersimpan baik pada setiap celah batu hingga kuak kawah. Pesona Bumi Dieng tak hanya menyuguhkan tentang keindahan gunung api aktif di Jawa Tengah tersebut, tetapi banyak juga menyuguhkan informasi-informasi tentang gas-gas beracun yang dapat membunuh para pengunjung dan rakyat local secara perlahan.

Buku Pesona Bumi Dieng menjelaskan tentang keindahan dan petaka yang dimilikinya. Banyak peristiwa dan cerita yang menyelimuti agenda saat mengunjungi Dataran Tinggi Dieng. Banyak ditemukan keragaman geologi sehingga mendukung sebagai sarana untuk memberikan edukasi geologi. Dataran Tinggi Dieng juga meninggalkan budaya dan jejak-jejak historis yang menarik untuk diulas oleh para penekun sejarah. Keindahan alam yang disuguhkan telah memikat hati para wisatawan, tak heran jika Dataran Tinggi Dieng tetap menjadi destinasi yang tak bosan untuk dikunjungi. Tujuan penulisan buku berorientasi untuk memperkaya khazanah keilmuan dan pengetahuan masyarakat, sehingga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat, mengutamakan keseimbangan antara hidup dengan kehendak semesta. Buku Pesona Bumi Dieng tak hanya menceritakan keindahan alamnya, tetapi potensi-potensi yang terkandungnya mampu untuk menghidupi hajat hidup orang banyak, Asap putih yang menjulang tinggi dari perut bumi tersebut merupakan manifestasi panas bumi yang mampu diubah untuk menggerakkan turbin menjadi energi. Selain kekayaan sumber daya alamnya, Dataran Tinggi Dieng juga menyimpan perkebunan penuh vegetasi-vegetasi produktif yang mampu menopang roda perekonomian dan untuk kebutuhan pangan masyarakat Dataran Tinggi Die.

Dataran Tinggi Dieng jika dilihat dari sisi publikasi sejarah sebagaimana yang sudah dikumpulkan oleh Bapak Atep Kurnia, S.Hum, orang pertama yang melakukan penelitian peninggalan masa lalu di Dataran Tinggi Dien adalah H. C. Cornelius, pada masa pemerintah T.S. Raffles, tahun 1814, ia melakukan survey ke Dieng. Pada tahun 1816, ahli fisika dan naturalis berbangsa Amerika Thomas Horsfield M.D. (1773-1859) juga melaporkan perihal keberadaan candi di Dataran Tinggi Dieng. Dalam buku History of Java karya T. S. Raffles, mengungkapkan bahwa Dieng merupakan salah satu daerah yang menghasilkan padi dan tembakau. Dalam volume kedua buku History of Java, Raffles banyak menyertakan gambar-gambar peninggalan tua dari Dataran Tinggi Dieng, diantaranya gambar candi an arca. Hal inilah yang mendorong penelitian di bidang geologi, menurut Bapak Geologi Sir Charles Lyell melalui buku magnum opusnya, membahas mengenai keadaan geologi Dieng terutama berkaitan dengan Goa Upas atau Lembah Racun. Pengertian Dieng sebagaimana yang dituliskan oleh Jonathan Rigg dalam A Dictionary of The Sunda Language of Java. Dieng berasal dari kata Adi yang artinya utama dan Hyang yang berarti keilahian. Lambat laun nama Dieng mulai menjadi objek penelitian yang popular, langkah Isidore van Kinsbergen untuk mengabadikan candi-candi melalui pemotretan. Hingga akhirnya Dataran Tinggi DIeng menjadi inspirasi bagi para pengusaha cetak untuk membuat kartu pos sebagai alat tulis untuk memberi kabar, juga menjadi inspirasi bagi para penulis untuk membuat kisah yang berlatar belakang Dieng.

Whatsapp